Tarmizi, L.C., S.S.I., M.A.

Tarmizi, L.C., S.S.I., M.A. (lahir di Sarik Alahan Tigo, 17 Maret 1997) adalah seorang akademisi muda, pengajar, dan aktivis intelektual yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan studi hadis serta penguatan gerakan intelektual mahasiswa Islam di Indonesia. Selain aktif dalam dunia akademik, ia juga dikenal sebagai tokoh organisasi yang berperan dalam dinamika gerakan mahasiswa Tarbiyah Islamiyah, khususnya dalam proses konsolidasi organisasi mahasiswa tingkat nasional.

Saat ini ia tercatat sebagai dosen pada Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin di UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Dalam aktivitas akademiknya, ia terlibat dalam kegiatan pengajaran, penelitian, serta pengembangan kajian hadis di lingkungan perguruan tinggi Islam.

Latar Belakang Akademik

Perjalanan pendidikan Tarmizi dimulai dari lingkungan pendidikan Islam tradisional yang kuat, sebelum kemudian melanjutkan ke pendidikan tinggi dan dunia akademik.

Ia menempuh pendidikan menengah pertama di MTsS Taratak Teleng, yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Syekh Abdulhalim al-Khalidi. Dari lembaga ini ia menyelesaikan pendidikan pada tahun 2012.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke salah satu lembaga pendidikan Tarbiyah Islamiyah yang terkenal di Sumatera Barat, yaitu Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang (MTI Canduang) di Canduang, Kabupaten Agam. Ia menempuh pendidikan di lembaga tersebut hingga lulus pada tahun 2016.

Tarmizi kemudian menempuh pendidikan tinggi di bidang ilmu-ilmu keislaman yang berfokus pada studi hadis dan kajian keislaman klasik. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan memperoleh gelar Sarjana Studi Islam (S.S.I.) pada tahun 2020.

Selama masa sarjana, ia juga menempuh Pendidikan Non-Formal Takhasus Hadis di Pesantren Luhur Ilmu Hadis – Mahad Darussunah International Institute for Hadith Sciences (2017–2021) hingga meraih gelar License (L.C.). Setelahnya ia mengabdi sebagai Musyrif di lembaga tersebut sampai tahun 2023.

Untuk memperdalam keilmuan di bidang hadis, ia kemudian melanjutkan pendidikan pada jenjang pascasarjana di perguruan tinggi yang sama. Ia berhasil meraih gelar Magister (M.A.) pada tahun 2023, setelah menyelesaikan ujian tesis pada Februari 2023.

Pendidikan magisternya memperkuat kompetensi akademiknya dalam bidang:

- metodologi penelitian hadis

- kritik sanad dan matan

- pengembangan studi hadis dalam konteks akademik kontemporer

Karier Akademik

Saat ini, Tarmizi merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdi sebagai dosen pada Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Dalam peran akademiknya, ia aktif mengajar, membina mahasiswa, serta melakukan riset mendalam mengenai pengembangan metodologi studi hadis dalam konteks akademik modern. 

Aktivisme Organisasi Mahasiswa

Selain aktif dalam dunia akademik, Tarmizi juga memiliki rekam jejak panjang dalam aktivitas organisasi mahasiswa. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam gerakan mahasiswa Tarbiyah Islamiyah di Indonesia.

Sebelum terbentuknya organisasi baru yang menyatukan berbagai elemen mahasiswa Tarbiyah Islamiyah, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah (IMTI) Jabodetabek.

Dalam posisi tersebut, ia berperan dalam:

- menggerakkan aktivitas organisasi mahasiswa

- membina kader mahasiswa Tarbiyah Islamiyah

- memperkuat jaringan organisasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya

Peran dalam Penyatuan Organisasi Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah

Salah satu kontribusi penting Tarmizi dalam dunia organisasi mahasiswa adalah keterlibatannya dalam proses penyatuan organisasi mahasiswa Persatuan Tarbiyah Islamiyah di tingkat nasional.

Pada tahun 2021, ia menjadi salah satu tokoh yang terlibat dalam proses dialog dan konsolidasi antara dua organisasi mahasiswa, yaitu:

- Ikatan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah (IMTI)

- Kesatuan Mahasiswa Islam (KMI)

Proses dialog panjang antara kedua organisasi tersebut menghasilkan kesepakatan untuk melakukan penyatuan organisasi mahasiswa Tarbiyah Islamiyah. Sebagai Ketua IMTI Jabodetabek, ia menandatangani Deklarasi Penyatuan IMTI dan KMI di Jakarta Tahun 2021.

Momentum penting tersebut kemudian menjadi dasar berlangsungnya muktamar penyatuan yang diselenggarakan di Hotel Grand Sahid Jakarta, yang menjadi titik awal konsolidasi menuju organisasi tunggal mahasiswa Persatuan Tarbiyah Islamiyah.

Hasil dari proses tersebut melahirkan organisasi baru bernama Kesatuan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah (KMTI) yang secara resmi terbentuk pada 24 Oktober 2022.

Peran di Pengurus Besar KMTI

Setelah terbentuknya organisasi tersebut, Tarmizi dipercaya mengemban amanah sebagai:

Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pengurus Besar KMTI periode 2023–2026.

Dalam kapasitas ini, ia bertanggung jawab terhadap berbagai program yang berkaitan dengan pengembangan intelektual organisasi, antara lain:

- penguatan tradisi riset di kalangan kader KMTI

- pengembangan kajian keislaman dan sosial

- penyusunan agenda intelektual organisasi

- pengembangan jaringan riset mahasiswa Tarbiyah Islamiyah

Peran ini menunjukkan komitmennya dalam membangun tradisi keilmuan dan penelitian di kalangan mahasiswa Islam, khususnya dalam lingkungan Tarbiyah Islamiyah.


Deklarasi Penyatuan IMTI dan KMI dalam Rakernas Tarbiyah-Perti 2021

Posting Komentar

0 Komentar