Mafri Amir (11 Februari 1958 – 27 Desember 2021) adalah seorang akademisi, wartawan senior, dan tokoh organisasi Islam asal Sumatera Barat. Ia dikenal luas sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, dosen di sejumlah perguruan tinggi Islam negeri, serta tokoh penting dalam perjalanan organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI).
Selain aktif di dunia akademik dan jurnalistik, Mafri Amir juga pernah mengabdi di lingkungan pemerintahan sebagai tenaga ahli pada staf Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla pada periode 2004–2009 serta menjadi asisten staf khusus Wakil Presiden pada periode 2014–2019.
Ia wafat pada 27 Desember 2021 di rumah sakit di wilayah Tangerang Selatan.
Latar Belakang dan Karier Akademik
Mafri Amir lahir di Koto Sani, Nagari Padang Balimbing, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada 11 Februari 1958. Sejak muda ia menekuni dunia intelektual, jurnalistik, dan gerakan organisasi Islam.
Dalam dunia akademik, ia pernah mengabdi sebagai dosen di IAIN Imam Bonjol Padang (kini UIN Imam Bonjol Padang) serta di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Bidang yang digelutinya terutama terkait dakwah, komunikasi, dan kajian organisasi Islam.
Sebagai akademisi, Mafri Amir dikenal produktif menulis buku, artikel ilmiah, serta makalah yang membahas komunikasi organisasi, pemikiran Islam, dan dinamika organisasi keislaman di Indonesia. Salah satu karya yang sering dirujuk adalah buku Strategi Komunikasi Organisasi, yang membahas pendekatan komunikasi dalam membangun efektivitas organisasi modern.
Karier Jurnalistik
Di luar dunia akademik, Mafri Amir merupakan wartawan senior yang aktif dalam lingkungan pers Sumatera Barat. Ia pernah bekerja di beberapa media, di antaranya Harian Semangat, Haluan, dan Mimbar Minang.
Sebagai jurnalis, ia dikenal memiliki kemampuan analisis yang kuat serta jaringan pergaulan yang luas di kalangan akademisi, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintahan. Karakter pribadinya yang humoris dan komunikatif menjadikannya sosok yang disegani sekaligus dekat dengan berbagai kalangan.
Peran di Lingkungan Pemerintahan
Pengalaman Mafri Amir juga meliputi pengabdian di tingkat pemerintahan nasional. Ia pernah menjadi bagian dari tim tenaga ahli di kantor Wakil Presiden Republik Indonesia pada masa kepemimpinan Jusuf Kalla.
Dalam periode tersebut, ia terlibat dalam berbagai kajian strategis, khususnya terkait isu keagamaan, pendidikan, serta komunikasi kebijakan publik. Melalui posisi ini, Mafri Amir juga sering menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan berbagai organisasi Islam, termasuk komunitas tradisionalis.
Peran dalam Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI)
Dalam lingkungan Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Mafri Amir dikenal sebagai salah satu tokoh intelektual yang memberikan kontribusi besar terhadap penguatan organisasi.
1. Peran dalam Islah Tarbiyah–Perti
Salah satu kontribusi paling penting Mafri Amir adalah keterlibatannya dalam proses islah (rekonsiliasi) antara dua organisasi yang sempat terpisah, yaitu Tarbiyah dan Perti.
Proses rekonsiliasi tersebut mencapai puncaknya dalam Muktamar Islah tahun 2016 di Jakarta, yang menyatukan kembali kedua organisasi tersebut menjadi satu wadah nasional. Mafri Amir termasuk tokoh yang aktif mendorong dialog dan rekonsiliasi demi menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Tarbiyah Islamiyah.
2. Jabatan di Pengurus Pusat
Dalam struktur organisasi nasional, ia pernah dipercaya menjabat sebagai:
- Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Tarbiyah-Perti
- Pengurus pada beberapa departemen strategis yang menangani pengembangan organisasi dan hubungan eksternal.
Melalui peran tersebut, Mafri Amir ikut memperkuat koordinasi organisasi Tarbiyah Islamiyah di berbagai daerah di Indonesia.
3. Pemikiran Organisasi
Sebagai akademisi, Mafri Amir juga berkontribusi dalam memperkaya literatur organisasi Tarbiyah Islamiyah. Ia menulis berbagai makalah dan artikel yang membahas sejarah, pemikiran politik, serta strategi komunikasi organisasi PERTI.
Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya menjaga khittah pendidikan dan dakwah sebagaimana diwariskan oleh pendiri PERTI, Sulaiman Arrasuli, sambil tetap membuka ruang modernisasi organisasi.
Sang Inisiator Penyatuan KMI – IMTI
Mafri Amir juga dikenal memiliki kedekatan dengan generasi muda Tarbiyah Islamiyah. Ia merupakan inisiator Deklarasi Penyatuan Ikatan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah (IMTI) dan Kesatuan Mahasiswa Islam (KMI) sebagai organisasi serumpun Tarbiyah-Perti di tingkat mahasiswa pada Rakernas Tarbiyah-Perti di Jakarta, 20 Juni 2021.
Selanjutnya ia juga melakukan pembinaan awal dan pemberian motivasi terhadap Caretaker Pimpinan Pusat Organisasi Mahasiswa Persatuan Tarbiyah Islamiyah yang setelah kewafatannya berhasil mendirikan Kesatuan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah (KMTI).
Semasa hidupnya, melalui ceramah, diskusi, dan pembinaan kader, ia mendorong mahasiswa alumni Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) agar tetap aktif dalam pengembangan intelektual, dakwah, serta pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Warisan pemikiran dan pengabdiannya menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah modern Persatuan Tarbiyah Islamiyah, khususnya dalam upaya menjaga kesinambungan tradisi keilmuan, memperkuat organisasi, serta membina generasi muda.
0 Komentar