Ahmad Nubli, S.H.

Ahmad Nubli, S.H. adalah seorang aktivis organisasi, sarjana hukum, dan kader Kesatuan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah (KMTI) yang dikenal sebagai salah satu pendiri KMTI melalui keterlibatannya dalam Tim Sembilan, yakni tim caretaker yang mempersiapkan penyatuan organisasi mahasiswa Tarbiyah Islamiyah. Ia berasal dari Sumatera Barat dan memiliki latar belakang pendidikan pesantren di Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang, Kabupaten Agam.

Latar Belakang Pendidikan

Ahmad Nubli menempuh pendidikan agama di MTI Canduang, salah satu pesantren bersejarah di Sumatera Barat yang didirikan oleh ulama besar Minangkabau Syekh Sulaiman ar-Rasuli (Inyiak Canduang). Lembaga ini merupakan pusat pendidikan dalam jaringan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) dan dikenal melahirkan banyak ulama, intelektual, dan tokoh organisasi Islam.

Setelah menyelesaikan pendidikan pesantren, ia melanjutkan studi ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada:

Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah)

Fakultas Syariah dan Hukum

Ia tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2015 dan menyelesaikan studi sarjana pada tahun 2019, dengan gelar Sarjana Hukum (S.H.).

Skripsi yang ditulisnya berjudul:

“Hak Politik Mantan Narapidana Korupsi di Indonesia.”

Karya ilmiah tersebut membahas aspek konstitusional terkait hak politik warga negara yang pernah menjalani pidana korupsi dalam sistem hukum dan demokrasi di Indonesia.

Peran dalam Penyatuan Organisasi Mahasiswa Persatuan Tarbiyah Islamiyah

Ahmad Nubli memiliki peran penting dalam proses penyatuan organisasi mahasiswa Tarbiyah Islamiyah di Indonesia.

Sebagai tindak lanjut dari deklarasi penyatuan organisasi mahasiswa Tarbiyah, PP Tarbiyah-Perti pada 22 Maret 2022 membentuk sebuah tim caretaker yang bertugas mempersiapkan penyatuan organisasi mahasiswa serta menyelenggarakan muktamar penyatuan.

Tim tersebut kemudian dikenal sebagai Tim Sembilan dan beranggotakan:

  • Muhammad Hidayatullah (Ketua)
  • Arif Rahmat Triasa (Sekretaris)
  • Teuku Kasman
  • Tarmizi
  • Rozal Nawafil
  • Habiburrahman
  • Firdaus
  • Ahmad Nubli
  • Riki Yuniagara

Sementara itu, Aldomi Putra dari unsur PP Tarbiyah-Perti ditunjuk sebagai penasihat.

Tim Sembilan memiliki tugas strategis, antara lain:

- mempersiapkan konsolidasi organisasi mahasiswa Tarbiyah

- merumuskan konsep penyatuan organisasi mahasiswa

- memfasilitasi proses musyawarah antara dua organisasi mahasiswa sebelumnya

- mempersiapkan pelaksanaan Muktamar Penyatuan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah

Upaya ini akhirnya melahirkan organisasi mahasiswa tunggal bernama Kesatuan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah (KMTI) pada 24 Oktober 2022, sebagai hasil penyatuan dua organisasi sebelumnya, yaitu Kesatuan Mahasiswa Islam (KMI) dan Ikatan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah (IMTI).

Karena keterlibatannya dalam tim ini, Ahmad Nubli dipandang sebagai salah satu tokoh pendiri KMTI.

Aktivitas Organisasi

Setelah terbentuknya KMTI, Ahmad Nubli tetap aktif dalam pengembangan organisasi mahasiswa Tarbiyah. Pada Musyawarah Wilayah KMTI Sumatera Barat tahun 2023, ia terpilih sebagai:

Anggota Tim Formatur Pimpinan Wilayah KMTI Sumatera Barat periode 2023–2026.

Tim formatur tersebut bertugas menyusun kepengurusan wilayah serta memperkuat konsolidasi kader KMTI di Sumatera Barat.

Posting Komentar

0 Komentar