Arif Rahmat Triasa adalah akademisi, peneliti, dan aktivis mahasiswa Islam Indonesia. Ia dikenal sebagai pendiri serta salah satu tokoh awal dalam pembentukan Kesatuan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah (KMTI), organisasi mahasiswa yang menjadi wadah tunggal bagi kader mahasiswa di lingkungan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI).
Dalam struktur organisasi nasional, ia menjabat sebagai Ketua Bidang Kaderisasi, Keanggotaan dan Keorganisasian Pengurus Besar KMTI periode 2023–2026. Sejak tahun 2025, ia juga dipercaya sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PB KMTI setelah ketua umum sebelumnya, Muhammad Hidayatullah, mengundurkan diri dari jabatannya.
Latar Belakang Akademik
Arif Rahmat Triasa menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan Magister Agama (M.A.). Ia merupakan alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dalam karier akademiknya, ia aktif sebagai dosen di STAI Kharisma Sukabumi, sekaligus pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi di perguruan tinggi tersebut.
Ia juga aktif sebagai peneliti dengan publikasi ilmiah yang terindeks di berbagai portal akademik nasional seperti SINTA dan Google Scholar.
Peran dalam Pembentukan KMTI
Dalam sejarah organisasi mahasiswa Tarbiyah Islamiyah, Arif Rahmat Triasa termasuk tokoh yang memiliki peran penting dalam proses kelahiran KMTI.
Ia merupakan bagian dari Tim Sembilan, yaitu tim caretaker yang dibentuk pada 22 Maret 2022 oleh Pengurus Pusat Tarbiyah-Perti untuk mempersiapkan penyatuan organisasi mahasiswa Tarbiyah Islamiyah.
Tim ini bertugas:
- mempersiapkan penyatuan organisasi mahasiswa Tarbiyah Islamiyah,
- melakukan konsolidasi jaringan mahasiswa,
- serta menyelenggarakan muktamar penyatuan.
Proses tersebut kemudian melahirkan KMTI sebagai wadah tunggal mahasiswa PERTI, yang merupakan hasil penyatuan dua organisasi mahasiswa sebelumnya, yaitu:
- Kesatuan Mahasiswa Islam (KMI)
- Ikatan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah (IMTI).
Dalam proses konsolidasi organisasi, Arif Rahmat Triasa memainkan peran penting dalam perumusan konsep kaderisasi serta pembangunan struktur organisasi nasional.
Kepemimpinan di PB KMTI
Dalam struktur PB KMTI periode 2023–2026, Arif Rahmat Triasa dipercaya menjabat sebagai:
- Ketua Bidang Kaderisasi, Keanggotaan dan Keorganisasian.
Bidang ini memiliki tanggung jawab strategis dalam:
- merumuskan sistem kaderisasi organisasi,
- mengembangkan struktur kelembagaan KMTI di tingkat nasional dan daerah,
- memperkuat jaringan mahasiswa Tarbiyah Islamiyah di berbagai perguruan tinggi.
Pada tahun 2025, setelah Ketua Umum PB KMTI Muhammad Hidayatullah mengundurkan diri dari jabatannya, Arif Rahmat Triasa kemudian dipercaya menjalankan amanah sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PB KMTI untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi hingga periode kepengurusan berakhir.
Kiprah di Himpunan Mahasiswa Islam
Selain aktif dalam lingkungan Tarbiyah Islamiyah, Arif Rahmat Triasa juga memiliki rekam jejak panjang di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Ia dikenal sebagai:
- instruktur pelatihan kader,
- pemateri Latihan Kader (LK),
- serta narasumber dalam berbagai forum kaderisasi HMI.
Materi yang sering ia bawakan antara lain:
- ideologi dan Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI
- metodologi penelitian
- pengembangan intelektual kader mahasiswa
Melalui aktivitas tersebut, ia turut berkontribusi dalam penguatan tradisi intelektual di kalangan aktivis mahasiswa Islam.
Karya Ilmiah dan Publikasi
Sebagai akademisi, Arif Rahmat Triasa aktif menulis karya ilmiah di bidang pendidikan Islam dan studi Islam. Beberapa karya yang pernah dipublikasikan antara lain:
- Dinamika Pendekatan Interdisipliner: Hambatan dan Proyeksi dalam Penelitian Studi Islam (2023)
- Analisis Integrasi Agama dan Budaya Syekh Sulaiman Arrasuli dalam Roman Pedoman Hidup di Alam Minangkabau (2024)
- Tarikat Naqshbandi Haqqaniyyah: Pendekatan Digital dalam Penyebaran Ajaran Apokaliptik-Mesianik (2023)
- Konstruksi Pendidikan Islam Anak Usia Dini dalam Pandangan Syekh Sulaiman Arrasuli (2025)
- Studi Nilai Konseling Islam dalam Buku Nasehat Siti Budiman (2024)
- Selain publikasi akademik, ia juga aktif menulis esai dan opini keislaman di berbagai media, termasuk tulisan tentang pendidikan Islam, tasawuf, pluralisme agama, dan etika sosial.

0 Komentar