JAKARTA — Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Kesatuan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah (PB KMTI), Habiburrahman, S.Ag., M.A., menghadiri acara Silaturahim Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di The Sultan Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026) malam.
Kehadiran pimpinan organisasi mahasiswa serumpun Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) tersebut menegaskan komitmen generasi muda Islam dalam memperkuat sinergi antara ulama, umara (pemerintah), dan elemen masyarakat pasca-Ramadan. Mengusung tema “Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia”, forum ini menjadi momentum strategis bagi MUI dalam menyampaikan pandangan kebangsaan dan isu-isu global.
Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar seribu peserta itu, MUI menyampaikan 10 poin taujihat (arahan) yang dibacakan oleh perwakilan ormas Islam pendiri MUI, termasuk dari PERTI. Poin-poin tersebut mencakup ajakan menjaga stabilitas nasional, memperkuat ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), serta sikap tegas mengutuk agresi militer terhadap Palestina dan kawasan Timur Tengah lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Habiburrahman menegaskan bahwa KMTI siap mengawal dan mengimplementasikan arahan ulama di kalangan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa Islam memiliki tanggung jawab moral untuk menerjemahkan gagasan strategis ulama ke dalam aksi nyata.
“KMTI hadir sebagai representasi intelektual muda Tarbiyah Islamiyah untuk memastikan bahwa arahan para ulama di MUI tidak berhenti di atas kertas. Pesan perdamaian, keadilan, dan persatuan harus diwujudkan dalam gerakan mahasiswa di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan moralitas serta literasi digital sebagai benteng menghadapi tantangan global dan potensi polarisasi sosial. PB KMTI, lanjutnya, akan mendorong kaderisasi di seluruh tingkatan agar selaras dengan nilai moderasi beragama (wasathiyah) yang ditekankan dalam forum tersebut.
“Integritas dan disiplin adalah kunci. Penguatan moralitas mahasiswa menjadi fondasi utama dalam menghadapi ketidakpastian global sebagaimana disampaikan dalam taujihat MUI,” tambahnya.
Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Hadir pula pimpinan MUI, seperti Ketua Umum KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal Buya Amirsyah Tambunan.
Kehadiran tokoh-tokoh nasional bersama jajaran pimpinan MUI mempertegas soliditas ormas Islam dalam mengawal agenda pembangunan nasional serta kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Silaturahim nasional ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, sekaligus komitmen seluruh elemen umat Islam dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berperan aktif dalam menciptakan perdamaian global.

0 Komentar