JAKARTA, 13 September 2026 — Pengurus Besar Kesatuan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah (PB KMTI) menghadiri Rapat Pleno Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) yang digelar pada Minggu (13/9/2026) di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Timur.
Rapat pleno kali ini melibatkan unsur-unsur penting dalam struktur dan keluarga besar Perti. Selain jajaran Pimpinan Pusat Perti, rapat turut dihadiri Majelis Pembina, Majelis Mustasyar, Majelis Ifta, Majelis Pakar, serta ormas serumpun (Perwati, Pemuda Perti, dan KMTI).
Rapat pleno tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP Perti, Buya Drs. H. Muhammad Syarfi Hutauruk, M.M., sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi dan menyatukan langkah seluruh elemen jam'iyyah dalam menghadapi agenda-agenda besar Perti ke depan.
Sekretaris Jenderal PB KMTI, Habiburrahman, S.Ag., M.A., hadir secara langsung dalam rapat pleno tersebut. Pertemuan ini membahas penguatan struktur internal sekaligus penentuan arah kebijakan strategis organisasi dalam menghadapi berbagai agenda besar Perti ke depan.
“Rapat pleno hari ini menjadi momentum penting untuk mengkonsolidasikan kekuatan organisasi dan seluruh elemen pendukungnya, termasuk mahasiswa, guna menyongsong agenda-agenda besar Perti,” ujar Habiburrahman di Hotel Balairung, Jakarta.
Empat Agenda Utama
Dalam rapat pleno tersebut, jajaran pengurus PP Perti membahas dan menyepakati empat agenda utama.
Pertama, reposisi kepengurusan Perti. Langkah ini diarahkan pada penataan dan penyegaran struktur kepengurusan PP Perti guna meningkatkan kinerja serta efektivitas roda organisasi.
Kedua, penetapan tuan rumah Milad ke-99 Perti. Rapat menetapkan Pengurus Daerah (PD) Perti Bengkulu sebagai tuan rumah penyelenggaraan peringatan Milad Perti ke-99.
Ketiga, penetapan tuan rumah Milad ke-100 dan Muktamar ke-2 pasca-islah. Rapat menetapkan PD Perti Sumatera Barat sebagai tuan rumah puncak peringatan Milad ke-100 atau satu abad Perti yang akan dirangkaikan dengan pelaksanaan Muktamar ke-2 Perti pasca-islah.
Penunjukan Sumatera Barat memiliki pertimbangan historis dan spiritual. Sumatera Barat merupakan salah satu kawasan penting dalam sejarah kelahiran dan perkembangan Persatuan Tarbiyah Islamiyah. Momentum satu abad Perti tersebut juga akan menjadi kesempatan untuk melakukan ziarah dan napak tilas ke makam-makam ulama pendiri Perti.
Keempat, pembentukan panitia Muktamar. Rapat juga membentuk struktur kepanitiaan sebagai bagian dari langkah awal untuk mematangkan seluruh aspek teknis persiapan dan pelaksanaan Muktamar agar dapat berlangsung optimal.
Rapatkan Barisan dan Tegakkan Satu Komando
Dalam arahannya, Ketua Umum PP Perti menekankan pentingnya loyalitas, soliditas, dan kesungguhan seluruh elemen dalam menjaga serta membesarkan jam'iyyah. Menurutnya, perjalanan panjang Perti tidak dapat dilepaskan dari jasa dan perjuangan para muassis yang telah meletakkan fondasi keilmuan, dakwah, pendidikan, dan organisasi.
Buya Syarfi mengingatkan bahwa loyalitas kepada Perti bukan sekadar persoalan organisatoris, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan perjuangan para pendiri.
“Loyalitas kepada PERTI adalah bukti penghormatan kita pada warisan para muassis. Rapatkan barisan, kobarkan semangat juang, dan tegakkan satu komando: tidak ada kata setengah hati dalam membela dan membesarkan jam'iyyah ini!”
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan pentingnya kebersamaan seluruh unsur Perti, baik jajaran struktural, majelis-majelis, organisasi serumpun, maupun unsur kader dan mahasiswa, dalam menghadapi agenda besar organisasi.
PB KMTI Siap Kawal Agenda PP PERTI
Penetapan Sumatera Barat sebagai pusat pelaksanaan Milad ke-100 dan Muktamar ke-2 pasca-islah dinilai memiliki makna strategis bagi perjalanan Perti. Selain menghadirkan momentum refleksi satu abad perjalanan organisasi, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana memperkuat silaturahmi, konsolidasi, serta napak tilas perjuangan para ulama yang meletakkan dasar gerakan Persatuan Tarbiyah Islamiyah.
Atas keputusan rapat pleno tersebut, KMTI menyatakan kesiapan untuk turut mengawal dan mendukung pelaksanaan keputusan organisasi, baik penyelenggaraan Milad ke-99 di Bengkulu maupun puncak Milad ke-100 dan Muktamar ke-2 pasca-islah di Sumatera Barat.
KMTI menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bagian penting dalam menjaga kesinambungan kaderisasi dan memperkuat masa depan Persatuan Tarbiyah Islamiyah.
Dengan semangat konsolidasi dan kebersamaan yang dibangun diharapkan menjadi energi bersama untuk menjaga persatuan, memperkuat jam'iyyah, dan melanjutkan perjuangan para muassis Perti. (RNa)

0 Komentar